negara bahrain

Bahrain

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari


مملكة البحرين
Mamlakat al-Bahrain
Bendera Lambang
Motto:
Lagu kebangsaan: Bahrainona

Ibu kota
(dan kota terbesar)
Al-Manamah
Bahasa resmi Arab
Pemerintahan Monarki konstitusional
Raja Hamad ibn Isa Al Khalifah
Ratu Sabika bint Ibrahim
Perdana Menteri Khalifah ibn Sulman Al Khalifah
Kemerdekaan
– Dari Britania Raya 15 Agustus 1971
Luas
Total 665 km2 (176)
Air (%) dapat dihiraukan
Penduduk
Perkiraan 2005 688.345 (157)
Sensus –
Kepadatan 1.035/km2 (6)
PDB (KKB) Perkiraan 2005
Total US$14,61 miliar (123)
Per kapita US$18.817 (38)
Mata uang Dinar (BHD)
Zona waktu (UTC+3)
Musim panas (DST) (UTC+3)
Domain internet .bh
Kode telepon 973

Kerajaan Bahrain (Arab: مملكة البحرين) adalah sebuah negara kepulauan di Teluk Persia yang tidak mempunyai perbatasan. Teluk Bahrain memisahkan negara ini dengan Qatar dan Arab Saudi. Tetangga Bahrain, Arab Saudi terletak di sebelah barat dan disambungkan ke Bahrain melalui Tambak Raja Fahd yang dibuka secara resmi pada 25 November 1986 dan Qatar di sebelah selatan menyeberangi Teluk Persia. Luas wilayahnya hampir setara dengan luas wilayah DKI Jakarta.

Kini sedang direncanakan pembuatan Jembatan Persahabatan Qatar-Bahrain yang menghubungkan Bahrain dan Qatar. Apabila jembatan ini selesai dibangun, maka akan menjadi bangunan penghubung terpanjang di dunia.

Daftar isi

[sembunyikan]

//

[sunting] Sejarah

Bahrain telah ditempati oleh manusia sejak zaman pra-sejarah. Lokasinya yang strategis di Teluk Persia telah berpengaruh bagi orang-orang Assyria, Babilonia, Yunani, Persia, dan terakhir sekali Arab (penduduknya kemudian menjadi Muslim). Bahrain pada zaman silam dikenal sebagai Dilmun , Tylos (nama Yunaninya), Awal, malah Mishmahig sewaktu dibawah pemerintahan Kesultanan Persia.

Pulau-pulau di Bahrain yang terletak di tengah-tengah sebelah selatan Teluk Persia berhasil menarik penjajah sepanjang sejarah. Bahrain dalam Bahasa Arab berarti “Dua Laut”. Hal ini merujuk pada fakta yang pulau ini mempunyai dua sumber air berbeda, air tawar yang muncul dari dalam tanah dan air asin yang mengelilinginya.

Sebagai sebuah pulau yang strategis yang berada diantara Timur dan Barat, tanah yang subur, dan air tawar berlimpah, dan tempat penyelam mencari mutiara telah menjadikan Bahrain pusat pemukiman sepanjang. Selama 2300 tahun, Bahrain menjadi pusat perdagangan dunia di antara Mesopotamia (sekarang Irak) dan Lembah Indus (sekarang sebuah wilayah di India). Adalah peradaban Delmon yang mempunyai kaitan erat dengan Peradaban Sumeria pada abad ke-3 SM. Bahrain menjadi bagian dari Babilon lebih kurang pada tahun 600 SM. Catatan-catatan sejarah menunjukkan Bahrain dikenal melalui pelbagai julukan yang di antaranya “Mutiara Teluk Persia”.

Bahrain hingga tahun 1521 terdiri dari daerah Ahsa (yang lebih besar), Qatif (keduanya kini menjadi propinsi timur Arab Saudi), serta Awal (kini pulau Bahrain). Daerah Bahrain terbentang hingga (kini) Kuwait hingga Oman dan dinamakan Propinsi Bahrain (atau Iqlim Al-Bahrain). Namun pada 1521, kedatangan Portugis telah memisahkan Awal (kini Bahrain) dengan daerah lainnya dan hingga kini Bahrain dikenal sebagai wilayah yang dikenal sekarang.

Dari abad ke-16 Masehi hingga tahun 1743, pemerintahan Bahrain sentiasa berubah-ubah di antara Portugis dan Persia. Akhirnya, Sultan Persia, Nadir Shah menguasai Bahrain dan atas alasan politik mendukung mayoritas Syiah. Pada lewat abad ke-18 Masehi Keluarga Al-Khalifah mengambil alih pulau ini. Untuk menjaga agar pulau ini tidak jatuh kembali ke tangan Persia, mereka menjalin persahabatan dengan Britania Raya dan menjadi negeri dibawah naungan Britania.

Minyak ditemukan pada tahun 1931 dan sejak itu Bahrain dibangun dan mengalami modernisasi pesat. Hal ini juga menjadikan hubungan dengan Britania Raya lebih baik dan dibuktikan dengan makin banyaknya pangkalan-pangkalan Inggris yang pindah ke pulau tersebut. Pengaruh menguat seiring dengan makin berkembangnya negara ini, puncaknya saat Charles Belgrave dilantik menjadi penasihat. Belgrave kemudian mengukuhkan sistem pendidikan modern sebagai bagian pendidikan di Bahrain.

Setelah Perang Dunia II, sentimen anti-Inggris menguat di wilayah-wilayah Arab dan mengakibatkan terjadinya kerusuhan di Bahrain. Pada tahun 1960-an, pihak Inggris menyerahkan masa depan Bahrain pada Arbitrase internasional dan meminta agar PBB mengambil alih tanggung jawab. Pada tahun 1970, Iran terus menerus menuntut haknya terhadap Bahrain dan pulau-pulau lain di Teluk Persia, namun salah satu perjanjian dengan pihak Britania Raya, mereka kemudian setuju untuk tidak meneruskan tuntutannya terhadap Bahrain jika tuntutan (Iran) lainnya dikabulkan.

Britania Raya mundur dari Bahrain pada bulan Agustus 1971, menjadikan Bahrain sebagai sebuah negara ‘merdeka’. Peningkatan harga minyak pada tahun 1980-an sangat menguntungkan Bahrain, namun harga minyak yang turun drastis malah tidak terlalu mengguncang perekonomian walaupun terasa sulit. Hal ini mengakibatkan sektor ekonomi dipaksa berkembang dan bervariasi.

Setelah terjadinya Revolusi Islam Iran pada tahun 1979, tokoh Syiah Bahrain pada tahun 1981 melancarkan perebutan kekuasaan. Walau bagaimanapun, percobaan mereka gagal. Pada tahun 1994, kerusuhan demi kerusuhan dilakukan oleh golongan Syiah yang tidak puas dengan ketidakadilan pemerintahan.

Pada bulan Maret 1999, Hamad ibn Isa al-Khalifah menggantikan ayahandanya sebagai kepala negara. Ia menjalankan pelbagai perubahan, di antaranya; memberi hak pilih kepada kaum wanita dan membebaskan semua tahanan politik.

Bahrain hingga hari ini merupakan anggota Liga Arab.

[sunting] Politik

Bahrain ialah sebuah negara yang menjalankan sistem monarki konstitusional yang dikepalai oleh raja, Syekh Hamad bin Isa Al Khalifah; kepala pemerintahan saat ini ialah Perdana Menteri Syekh Khalifah bin Salman Al Khalifah yang mengepalai anggota kabinet sebanyak 15 orang. Bahrain mengamalkan sistem dwi-perundangan yaitu Dewan Perwakilan dan Majelis Syura yang dipilih oleh raja. Kedua dewan mempunyai anggota sebanyak 40 orang. Pemilihan umum diadakan pada tahun 2002 dengan anggota parlemen bertugas selama empat tahun satu periode.

Hak politik kaum wanita di Bahrain mendapatkan satu kemajuan saat wanita diberi hak untuk memilih dan bertanding dalam pemilu nasional buat pertama kali pada pemilu tahun 2002. Walaupun tidak ada wanita terpilih dan mendapatkan kursi pada pemilihan yang didominasi oleh Shyah dan Sunni, sebagai kompensasinya enam orang calon wanita dilantik sebagai anggota dari Majelis Syura, sekaligus mewakili komunitas Yahudi dan Kristen yang terdapat disana. Menteri wanita pertama yang dilantik di Bahrain ialah Dr. Nada Haffadh sebagai Menteri Kesehatan. Ia dilantik pada tahun 2004.

Raja baru-baru ini mendirikan Dewan Makamah Agung untuk menata pengadilan-pengadilan di negara ini dan mensahkan pemisahan cabang administratif dan hukum pemerintahan.

Pada 11-12 November 2005, Bahrain menganjurkan Forum Masa Depan yang dihadiri pemimpin-pemimpin dari Timur Tengah dan negara-negara G8 dan membicarakan reformasi politik dan ekonomi di wilayah bersangkutan.

[sunting] Governorat

Peta menunjukkan wilayah-wilayah administrasi di Bahrain

Sejak 3 Juli 2002, Bahrain dibagi menjadi 5 governorat. Sebelumnya ia dibagi menjadi 12 kotamadya.

  1. Ibu Kota
  2. Tengah
  3. Muharraq
  4. Utara
  5. Selatan

Untuk maklumat lanjut lihat: Undang-undang Administrasi Bahrain dari halaman web resmi Bahrain.

[sunting] Ekonomi

Karena Bahrain terletak di wilayah yang kadar peningkatan harga minyak yang tinggi, pertumbuhan ekonomi Bahrain adalah yang tercepat pada Januari 2006 menurut Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia tengah. Bahrain juga mempunyai pasaran ekonomi yang paling bebas di Timur Tengah menurut Indeks Kebebasan Ekonomi 2006 terbitan Heritage Foundation, dan menduduki peringka ke-25 ekonomi yang paling bebas di dunia.

Pendapatan utama di Bahrain bersumber dari produksi dan pemrosesan minyak, dan sekitar 60 persen merupakan pendapatan hasil ekspor, 60 persen untuk pemerintahan, dan 30% dari total GDP. Kondisi ekonomi Bahrain juga berfluktuasi seiring perubahan harga minyak pada 1985, contohnya, sepanjang dan setelah krisis Perang Teluk pada 1990-91, dengan fasilitas komunikasi dan transportasinya yang maju maka Bahrain dijadikan tempat pilihan untuk didirikannya perusahaan-perusahaan multinasional yang berbisnis di teluk persia. Masalah-masalah ekonomi jangka panjang yang mungkin dihadapi oleh Bahrain adalah langkanya pekerjaan untuk generasi mudanya, berkurangnya cadangan minyak dan sumber air bersih bawah tanah.

[sunting] Geografi

Peta Bahrain

Bahrain dari utara, Juni 1996

Bahrain secara umum kepulauan yang rata dan bergurun, memiliki dataran padang pasir yang rendah. Kawasan tertinggi di Bahrain ialah Jabal ad-Dukhan, berketinggian 122 meter. Bahrain menikmati musim dingin yang sejuk dan mengalami musim panas dengan temperator tinggi dan lembab.

Sumber alam Bahrain termasuk jumlah minyak mentah dan gas yang besar, di samping cadangan ikan yang mencukupi dari 1% wilayahnya. Gurun meliputi 92% dari keseluruhan kawasan lain di Bahrain. Musim panas yang panjang dan badai pasir adalah bencana alam utama untuk penduduk Bahrain.

Isu-isu alam sekitar yang melanda Bahrain ialah kemusnahan padang pasir dan pesisir pantai karena kekurangan tanah (kemusnahan kepada pantai, terumbu karang, dan tumbuhan laut). Pengerukan tanah mengakibatkan pencemaran menyusul tumpahan minyak.

Luas total Bahrain 620 km2 (239 mi²), sedikit lebih besar dari the Isle of Man, walaupun sedikit lebih kecil dari Airport King Fahd Airport di Dammam, Arab Saudi (besarnya 780 km2). Bahrain adalah negara kepulauan yang terdiri dari 33 pulau, tidak memiliki batas darat dengan negara lain, namun memiliki 161 kilo (528 mi) batas garis pantai dan mengklaim 12 mil batas laut dan 24 mil laut (44 km) zona tambahan.

[sunting] Demografi

Agama resmi Bahrain ialah Islam, dengan mayoritas penduduknya mengamalkan ajaran Islam. Walau bagaimanapun, dengan kebanjiran pendatang dan pekerja asing dari non-Islam seperti Filipina dan Sri Lanka persentase keseluruhan masyarakat Muslim di negara tersebut menurun drastis pada tahun-tahun terakhir ini. Menurut sensus pada tahun 2001, 81,2% penduduk Bahrain ialah Muslim, 9% Kristen, dan 9,8% mengamalkan ajaran lain.

Baru-baru ini, Bahrain telah berganti menjadi masyarakat kosmopolitan dengan dua masyarakat campuran: dua pertiga penduduk Bahrain terdiri dari masyarakat Arab, sedangkan yang lain adalah pendatang dan pekerja dari negara seperti Iran, Asia Selatan, dan Asia Tenggara.

Masyarakat terkini bisa diklasifikasikan sebagai Al-Khalifa, kabilah Arab yang bersekutu dengan Al-Khalifa, masyarakat Baharnah (Syiah Arab), masyarakat Howilla (Sunah Arab dari Persia), Sunah Arab (dari tanah besar), Ajam (Syiah Persia), masyarakat India yang berdagang dengan Bahrain dan menetap di sana sebelum ditemukannya minyak (sebelum ini dikenal sebagai Banyan), kelompok masyarakat Yahudi yang kecil, dan masyarakat-masyarakat lain.

[sunting] Budaya

Walaupun Manama sebagai pusat kota sangat modern dan gemerlapan, budaya yang terdapat pada desa-desa dipulau-pulau lain (walaupun masih bagian dari Manama juga) tetap sangat tradisional. Wanita menutup diri dengan jubahnya dari kepala hingga kaki, dan wisatawan diminta untuk menggunakan rok panjang dan baju berenang tertutup (bukan bikini).

[sunting] Bahasa

Bahasa Arab ialah bahasa resmi Bahrain. Dua dialek utama ialah Dialek Arab Baharna, dituturkan oleh masyarakat Syiah Baharna, dan Dialek Arab Teluk dituturkan oleh masyarakat Sunah Waljamaah. Bahasa Parsi, Bahasa Urdu, Bahasa Inggris, dan Bahasa Malayalam juga dituturkan oleh sebagian penduduk Bahrain.

[sunting] Formula One

Bahrain ialah tuan rumah perlombaan F1 di Timur Tengah. Ia mulai menyelenggarakan Grand Prix Gulf Air pada 4 April 2004, diikuti dengan Grand Prix Bahrain pada tahun 2005. Bahrain juga dipilih untuk menyelenggarakan perlombaan pertama Grand Prix untuk musim 2006 pada 2 Maret.

[sunting] Hari libur umum

Tanggal Perayaan Keterangan
1 Januari Tahun Baru
1 Mei Hari Buruh
16 Desember Hari Kebangsaan
17 Desember Hari Perlantikan
tanggal bisa berubah Hari Raya ‘Idul Adha (4 hari) Memperingati kesanggupan Nabi Ibrahim a.s. mengorbankan anaknya, Nabi Ismail a.s., berlaku pada akhir bulan Dzulhijjah
tanggal bisa berubah Hari Raya ‘Idul Fithri (3 hari) Merayakan tamatnya bulan Ramadhan
tanggal bisa berubah Tahun Baru Hijrah/ Awal Muharram Tahun Baru Islam
tanggal bisa berubah Isra’ Mi’raj Merayakan peristiwa Isra’ Mi’raj
tanggal bisa berubah Hari kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. Maulidur Rasul
tanggal bisa berubah Asyura (2 hari)

[sunting] Pariwisata

Bahrain telah menjadi tempat tujuan wisata yang terkenal untuk pendatang yang tinggal di negara-negara sekitarnya, namun sejak 5000 tahun berdirinya Bahrain sebagai kota tua kebudayaan Dilmun memang membuktikan bahwa Bahrain sejak dahulu kala memang menjadi magnet wisatawan.

Bahrain menggabungkan infrastruktur modern dan masyarakat liberal tingkat menengah dengan suasana Timur Tengah menjadikannya tempat perkenalan yang ideal. Tempat-tempat wisata termasuk situs bersejarah seperti istana dan kompleks arkeologi Qalat Al Bahrain (masuk dalam daftar situs warisan sejarah UNESCO), puluhan ribu kuburan kuno masa peradaban Dilmun, kebudayaan Arab tradisional berbelanja di mall dan pasar, serta bersantai di pantai hotel dan spa yang mewah.

Kerajaan ini juga sering dikunjungi tokoh-tokoh selebriti populer.

[sunting] Pendidikan

Berbagai jenis institusi pendidikan dan sekolah internasional didirikan di Bahrain, salah satunya adalah Universitas De Paul dari Ameriak Serikat. Pada awal abad ke-20 sekolah-sekolah pengajian Al-Qur’an (Kuttab) adalah jenis pendidikan satu-satunya di Bahrain. Sekolah-sekolah ini didirikan untuk mengajarkan anak-anak dan generasi muda cara membaca Al-Qur’an dan mengaji. Namun banyak orang yang menghendaki perubahan dan menginginkan pendidikan yang lain untuk mengantisipasi modernisasi, dalam bidang sistem pendidikan, kurikulum, dan tujuan akhir pembelajaran. Setelah Perang Dunia I, keadaan berubah dan Bahrain menjadi terbuka dalam menerima sistem pendidikan ala Barat.

Tahun 1919 menandakan bermulainya sistem sekolah umum yang modern di Bahrain. Sekolah Lelaki Al-Hidayah Al-Khalifa dibuka di Muharraq. Pada tahun 1926, Komite Pendidikan telah membuka sekolah awam lelaki kedua di Manama.

Pada tahun 1928, sekolah umum pertama untuk perempuan dibuka di Muharraq.

Institut Perguruan Tinggi pertama di Bahrain adalah Gulf Polytechnic (Politeknik Teluk) didirikan pada tahun 1968. Pada 1986, Gulf Polytechnic bergabung dengan Universitas Kesenian, Sains, dan Pendidikan (didirikan pada 1979). Penggabungan untuk menjadikan sebuah universitas baru yaitu Universitas Bahrain.

[sunting]

……………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………..

Bahrain
Indonesian From Wikipedia, the free encyclopedia
Jump to: navigation, search
مملكة البحرين
Mamlakat al-Bahrain

Flag Coat
Motto: –
Anthem: Bahrainona
Capital city
(And largest city), Al-Manamah
Official language Arabic
Government Constitutional monarchy
– King Hamad ibn Isa Al Khalifah
– Queen Sabika bint Ibrahim
– Prime Minister Khalifah ibn Sulman Al Khalifah
Independence
– – From Great Britain
August 15, 1971
Wide
– Total 665 km2 (176)
– Water (%) can be ignored
Population
– Estimated 2005 688.345 (157)
– Censuses – –
– Density 1.035/km2 (6)
GDP (CLA) Estimated 2005
– Total U.S. $ 14.61 billion (123)
– Per capita U.S. $ 18,817 (38)
Currency Dinar (BHD)
Time zone (UTC +3)
– Summer (DST) (UTC +3)
Internet domain. Bh
973 phone code

Kingdom of Bahrain (Arabic: مملكة البحرين) is an island nation in the Persian Gulf that has no borders. Bahrain Bay separates this country with Qatar and Saudi Arabia. Neighboring Bahrain, Saudi Arabia lies to the west and is connected to Bahrain via the King Fahd’s Pond, which opened officially on 25 November 1986 and Qatar in the south across the Persian Gulf. It covers an area almost equal to the total area of Jakarta.

Now being planned creation of Qatar-Bahrain Friendship Bridge linking Bahrain and Qatar. When the bridge was completed, it will become the world’s longest building liaison.

Table of contents
[Hide]

* 1 History
* 2 Politics
* 3 Governorate
* 4 Economy
* 5 Geography
* 6 Demographics
* 7 Culture
o 7.1 Language
o 7.2 Formula One
o 7.3 Public holidays
* 8 Tourism
* 9 Education
* 10 See also
* 11 External links

[Edit] History
! Main article: History of Bahrain

Bahrain has been inhabited by humans since pre-historic era. Its strategic location in the Persian Gulf has been influential for those Assyrians, Babylonians, Greeks, Persians, Arabs and the last time (the population became Muslim). Bahrain in the past era is known as Dilmun, Tylos (Greek name), Early, instead Mishmahig during the reign of the Persian Empire.

Bahrain islands situated in the middle of the southern Persian Gulf throughout history managed to attract occupiers. Bahrain in Arabic means “Two Sea.” This refers to the fact that this island has two different water sources, fresh water that comes from the land and surrounding salt water.

As an island strategically located between the East and West, fertile soil and abundant fresh water, and where to find the pearl divers of Bahrain has made settlements along the center. During the year 2300, Bahrain became the center of world trade between Mesopotamia (now Iraq) and the Indus Valley (now a region in India). Delmon is a civilization which has strong links with the Sumerian civilization in the 3rd century BC. Bahrain became part of the Babylonian more or less in the year 600 BC. The records show the history of Bahrain which is known by various nicknames including “Pearl of the Persian Gulf.”

Bahrain until the year 1521 consists of Ahsa area (the larger), Qatif (both now the eastern province of Saudi Arabia), and Home (now the island of Bahrain). Areas of Bahrain extends until (today) to Oman and Kuwait called the Province of Bahrain (or Iqlim al-Bahrain). But in 1521, the arrival of the Portuguese had separated early (now Bahrain) with other regions and up to now Bahrain is known as the region known today.

From the 16th century AD until the year 1743, the government of Bahrain sentiasa varies between Portuguese and Persian. Finally, the Sultan of Persia, Nadir Shah master of Bahrain and the support of the majority Shia political reasons. In the past century AD 18 The family of Al-Khalifah took over the island. To keep this island does not fall back into the hands of the Persians, they make friends with Great Britain and became the country under the auspices of the British.

Oil was discovered in Bahrain in 1931 and has since built and experiencing rapid modernization. It also made relations with Britain a better and proved by the increasing number of British bases who moved to the island. Influence along with the growing strength of this country, its peak when Charles Belgrave was appointed advisor. Belgrave later confirmed the modern educational system as part of education in Bahrain.

After World War II, anti-British sentiment strengthened in the Arab territories and led to riots in Bahrain. In the 1960s, the British handed over the future of Bahrain in international arbitration and requested that the UN take over the responsibility. In 1970, Iran continually demanding her rights against Bahrain and other islands in the Persian Gulf, but one agreement with the United Kingdom, they later agreed to discontinue its claim to Bahrain if the demands (Iran) others granted.

British withdrew from Bahrain in August 1971, making Bahrain as a country ‘independence’. Increasing oil prices in the 1980s is very profitable in Bahrain, but oil prices fell sharply even though the economy is not too difficult to shake. This resulted in the economic sector are forced to grow and vary.

After the Islamic Revolution in 1979 Iran, Bahrain Shia figure in 1981 launched a struggle for power. However, their experiments failed. In 1994, the riots after the riots carried out by Shia groups who are dissatisfied with government injustice.

In March 1999, Hamad ibn Isa Al Khalifah replaces his father as head of state. He runs various changes, among them; gave suffrage to women and freed all political prisoners.

Bahrain to this day is a member of the Arab League.
[Edit] Politics
The main article for this section are: Politics of Bahrain

Bahrain is a country that runs the system of constitutional monarchy headed by the king, Sheik Hamad bin Isa Al Khalifah, the current head of government is Prime Minister Sheikh Khalifah bin Salman Al Khalifah who heads the cabinet members as many as 15 people. Bahrain practice the system of bi-laws that the House of Representatives and the Shura Council are elected by the king. Both boards have a membership of 40 persons. General elections held in 2002 with MPs on duty during a period of four years.

Women’s political rights in Bahrain get one of progress when a woman is given the right to vote and compete in national elections for the first time at the polls in 2002. Although no woman was elected and gain seats in elections dominated by Shyah and Sunnis, as compensation, six women candidates elected as members of the Shura Council, representing both the Jewish and Christian communities that are there. Minister inaugurated the first woman in Bahrain is Dr. Nada Haffadh as Minister of Health. He was inaugurated in 2004.

King of the recent Supreme Court established the Board to restructure the courts in this country and legalize the separation of administrative and legal branches of government.

At 11 to 12 November 2005, Bahrain recommends the Future Forum which was attended by leaders from the Middle East and G8 countries and discuss the political and economic reform in the region concerned.
[Edit] Governorates
The main article for this section are: Governorates of Bahrain
Map showing the administrative regions in Bahrain

Since July 3, 2002, Bahrain was divided into five governorates. Previously he was divided into 12 municipalities.

1. Capital city
2. Middle
3. Muharraq
4. North
5. South

To intimation information see: Administrative Law from the Bahrain official web page of Bahrain.
[Edit] Economy
! Main article: Economy of Bahrain

Since Bahrain is situated in the territory of which increase levels of high oil prices, economic growth is the fastest in Bahrain in January 2006 by the UN Economic and Social Commission for Asia and the middle. Bahrain also has the freest market economy in the Middle East according to the 2006 Index of Economic Freedom published by the Heritage Foundation, and occupies peringka 25th freest economy in the world.

Bahrain’s main revenue comes from oil production and processing, and approximately 60 percent of the income of export proceeds, 60 percent for administration, and 30% of total GDP. Bahrain economic conditions also fluctuate due to changes in oil prices in 1985, for example, during and after the crisis in the 1990-91 Gulf War, with communication and transportation facilities are developed, the choice of Bahrain made a place for the establishment of multinational companies doing business in the Persian Gulf. Economic problems that may face long-term by the scarcity of jobs for Bahrain is the young generation, reduction in reserves of oil and underground water sources.
[Edit] Geography
Bahrain Map
Bahrain from the north, in June 1996
! Main article: Geography of Bahrain

Bahrain is generally flat and bergurun archipelago, has a low desert plain. Bahrain is the highest area in Jabal ad-Dukhan, 122 meters berketinggian. Bahrain enjoys mild winters and summers with temperator experiencing high and humid.

Bahrain’s natural resources, including the amount of crude oil and gas major, in addition to sufficient fish stocks than 1% of its territory. Desert covers 92% of all other regions in Bahrain. Long summer and sand storms are the major natural disaster for residents of Bahrain.

Environment issues that hit the desert of Bahrain is the ruination and along the coast due to lack of land (plague to beaches, coral reefs, and marine plants). Following the dredging of soil contamination resulting from oil spills.

The total area of 620 km2 Bahrain (239 mi ²), slightly larger than the Isle of Man, although slightly smaller than the Airport King Fahd Airport in Dammam, Saudi Arabia (size 780 km2). Bahrain is an archipelago consisting of 33 islands, has no land borders with other countries, but has a 161 kilo (528 mi) of shoreline boundary and maritime boundary claimed 12 miles and 24 nautical miles (44 kilometers) an additional zone.
[Edit] Demographics
! Main article: Demographics of Bahrain

Bahrain’s official religion is Islam, with the majority of the population practice the Islamic teachings. However, with the flood of immigrants and foreign workers of non-Islamic countries like the Philippines and Sri Lanka the percentage of the overall Muslim community in the country dropped dramatically in recent years. According to the census in 2001, 81.2% of the population of Bahrain is a Muslim, 9% Christian, and 9.8% practice other teachings.

Recently, Bahrain has turned into a cosmopolitan society with a mixture of two communities: two thirds of the population consists of Bahrain, the Arab community, while others are immigrants and workers from countries such as Iran, South Asia, and Southeast Asia.

Recent community can be classified as Al-Khalifa, Arab tribes allied to Al-Khalifa, society Baharnah (Shia Arabs), the community Howilla (Sunna Arabs from Persia), the Arab Sunna (the great land), Ajam (Persian Shiites), the Indian community who traded with Bahrain and settled there before the discovery of oil (before it was known as Banyan), a small Jewish community groups, and other communities.
[Edit] Culture
The main article for this section are: Culture of Bahrain

Although the downtown Manama is very modern and glamorous, the culture found on the island villages, another island (although still part of Manama as well) remains very traditional. Women cover themselves with robes from head to toe, and tourists are asked to use a long skirt and shirt covered swimming (not bikinis).

[Edit] Language

Arabic is the official language of Bahrain. The two main dialects of Arabic dialects is Baharna, spoken by Baharna Shia community, and the dialect spoken by the Arab Gulf community Waljamaah Sunna. Language Parsi, Urdu, English and Malayalam are also spoken by some residents of Bahrain.
[Edit] Formula One

Bahrain is to host F1 race in the Middle East. He began organizing Gulf Air Grand Prix on April 4, 2004, followed by the Bahrain Grand Prix in 2005. Bahrain was also chosen to hold the first Grand Prix race for the 2006 season on March 2.

[Edit] Public holidays
Celebration Date Description
January 1 New Year –
May 1 Labor Day
December 16 Day of Nationhood –
December 17 Day Perlantikan –
dates may change Hari Raya ‘Idul Adha (4 days) Commemorating the readiness of Abraham sacrifice his son, Prophet Ismail aces, enacted at the end of the month Dhu al-Hijjah
dates may change Hari Raya ‘`Eid (three days) Celebrating Ramadan tamatnya
dates subject to change New Year Hijra / Muharram Islamic New Year Early
dates may change Isra ‘Mi’raj event celebrates Isra’ Mi’raj
could change the birth date of the Prophet Muhammad’s Day Maulidur Messenger
dates may change Ashura (2 days)
[Edit] Tourism
The main article for this section are: Tourism in Bahrain

Bahrain has become a famous tourist destination for migrants who live in neighboring countries, but since the establishment of Bahrain as a 5000 year old city is proving that the Dilmun culture since time immemorial Bahrain is a tourist magnet.

Bahrain combines a modern infrastructure and a liberal society with a middle-level Middle East atmosphere makes the place ideal introduction. Attractions including historic sites like castles and archaeological complex of Qalat Al Bahrain (included in the list of UNESCO heritage sites), tens of thousands of graves of ancient civilization of Dilmun period, the traditional Arab culture and shopping at the mall market, as well as relax on the beach hotel and spa luxury.

The kingdom was also frequented by celebrities popular figures.
[Edit] Education
The main article for this section are: Education in Bahrain

Various types of educational institutions and international schools founded in Bahrain, one of whom is from De Paul University Ameriak States. In the early 20th century schools teaching the Qur’an (Kuttab) were the only kind of education in Bahrain. These schools were established to teach children and young people how to read and recite the Qur’an. But many people who wanted change and wanted others to anticipate educational modernization, in the field of education system, curriculum, and the ultimate goal of learning. After World War I, things changed and Bahrain became open to Western-style education system.

Year 1919 marks the bermulainya modern public school system in Bahrain. The man of Al-Hidayah School Al-Khalifa opened in Muharraq. In 1926, Education Committee has opened a second man lay school in Manama.

In 1928, the first public school for girls was opened in Muharraq.

The first Higher Education Institute in Bahrain is the Gulf Polytechnic (Polytechnic Bay) was established in 1968. In 1986, Gulf Polytechnic merged with the University of Arts, Science and Education (founded in 1979). Merger to make a new university is the University of Bahrain.

http://www.tanjungenimnews.co.cc

This entry was posted in negara arab atau timur tengah di asia barat. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s